500 Anggotan Tagana Dikumpulkan Di Pangandaran
PANGANDARAN, media3.id - Kabupaten Pangandaran merupakan daerah rawan bencana, seperti banjir, angin kencang, tanah longsor, gempa bumi, dan tsunami. Berkaitan hal tersebut keberadaan organisasi penanganan bencana seperti Taruna Siaga Bencana (Tagana) sangatlah penting, untuk mempercepat dalam penanggulangan kebencanaan.
Hal itu disampaikan Bupati Pangandaran H Jeje Wiradinata dalam acara Rapat Koordinasi Tagana, bertempat di Aula Setda Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat.
Kegiatan ini diikiuti oleh 500 anggota Tagana yang berasal dari Kabupaten Garut, Kabupaten Tasikmalaya, Kota Tasikmalaya, Kabupaten Ciamis, Kota Banjar, Kabupaten Majalengka, dan tuan rumah Kabupaten Pangandaran.
"Pangandaran merupakan salasatu daerah rawan bencana, maka keberadaan Tagana di Kabupaten ini sangat penting," ungkapnya.
Bupati Jeje, menambahkan sebagai daerah baru, tentu kegiatan koordinasi ini selain menjadi ajang diskusi juga bisa memberikan masukan, serta pembelajaran, mengasah keterampilan dan kepekaan.
Jeje, pun mengatakan masih teringat kejadian beberapa tahun silam ketika dirinya baru menjabat sebagai Bupati Pangandatan.
"Di Pangandaran intensitas bencana sangat tinggi. Ketika hujan saya tidak bisa tidur. Waktu itu Saya baru menjadi bupati 6 bulan, tiba-tiba jembatan patah, tidak lama kemudian disusul dengan angin puting beliung," ungkapnya.
Jeje, mengatakan sangat terbantu oleh Tagana. Apabila terjadi bencana tidak perlu menunggu perintah.
"Kepekaannya yang membuat mereka bergerak sendiri dan tidak perlu pusing dengan dapur umum," ujarnya.
Jeje, pun berniat akan terus memperkuat keberadaan Tagana sebagai mitra Pemerintah dalam menangani bencana. (Beki)

No comments