Akibat Rumahnya Diamuk Si Jago Merah, Seorang Nenek Di Majalengka Rugi Rp 95 Juta
Majalengka, media3.id - Nasib naas menimpa seorang Nanak Kenot (62), warga Blok Senin Desa Tegalaren Kecamatan Ligung Kabupaten Majalengka Pasalnya pada, Minggu (10/2/2019) dini hari, sehabis melaksanakan sholat shubuh berjamaah di masjid, mendapati kediamannya sudah hangus dilalap api. Sontak saja perempuan tua yang tinggal dengan seorang anaknya itu berteriak minta tolong. Karuan saja teriakan dipagi buta tersebut mengundang para tetangga datang menghampirinya. Alangkah terkejutnya warga yang datang manakala melihat api membesar diatas genting membakar rumah sang nenek. Kobaran api diduga berasal dari konsleting listrik dirumah nenek tersebut.
Dengan sigap warga sekitar yang melihat kejadian itu memberikan pertolongan dengan berusaha memadamkan kobaran api. Selain itu warga juga melaporkan musibah kebakaran tersebut kepada Pemerintah desa setempat. Tak berselang lama api berhasil dipadamkan oleh warga seiring dengan datangnya bantuan satu unit mobil pemadam kebakaran dari Pemerintah Kabupaten Majalengka.
Kapolres Majalengka AKBP Mariyono melalui Kapolsek Ligung AKP Toto Sumarto didampingi Kanit Intel Aiptu Dadang Sukandar, menyebutkan kebakaran ini diduga berasal dari konsleting listrik yang berada di kamar tidur depan. Sehingga percikan apinya menyambar benda yang mudah terbakar. Namun walaupun demikian pihaknya masih akan memintai keterangan saksi saksi yang mengetahui kejadian tersebut.
" Dari musibah ini ditaksir korban menderita kerugian materi sekitar Rp. 95 juta, dan Alhamdulillah penghuni rumah yakni ibu Kenot dan anaknya Iman selamat," ungkapnya.
Sementara itu, Kepala desa Tegalaren Endan Wibawa pihaknya membenarkan kejadian kebakaran tersebut.
"Atas nama pribadi dan pemdes Tegalaren kami turut prihatin atas musibah kebakaran yang menimpa warga kami ini. Dan kedepan kami akan membantu bagaimana saja caranya agar rumah ibu Kenot bisa di bangun dan kembali bisa ditempati. Untuk sementara warga disini sudah bergotong royong untuk meringankan bebannya, " paparnya.
Menurutnya, langkah kedepan pihaknya akan bermusyawarah dengan lembaga desa dan tokoh masyarakat untuk rencana perbaikan rumah sang nenek. Disamping nantinya akan melaporkan musibah kebakaran ini kepada pihak terkait.
"Untuk saat ini sudah terkumpul bantuan dari warga berupa sembako dan pakaian layak pakai serta bantuan yang lainnya untuk meringankan beban sang nenek, " ujarnya menambahkan.
Pihaknya menghimbau kepada masyarakat agar berhati hati dalam hal penggunaan listrik. Matikan stop kontak listrik manakala rumah mau ditinggal bepergian. Dan periksa kabel kabel listrik oleh yang ahlinya manakala kabel tersebut sudah cukup tua. (Nano)


No comments