KEDATANGAN MEGAWATI DI SOLO DITOLAK MUJAHID 212
![]() |
| detik-detik peristiwa penghadangan kader dan caleg Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI P) di titik Kelurahan Joyotakan, Kota Solo, Jawa Tengah. |
Solo, Media3.id. Sesuai jadwal kampanye nasional, Ahad (31/3) kemarin merupakan agenda kampanye terbuka Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI P) di Surakarta, Jawa Tengah.
Acara kampanye terbuka direncanakan beragendakan mendengarkan 'pengarahan besar' oleh Ketua Umum DPP Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan, Ibu Hj. Megawati Soekarnoputri kepada para calon legislatif (caleg) PDI P, secara khusus, dan secara umum kepada seluruh kader dan para simpatisan partai.
Para caleg bersama dengan kader dan simpatisan dari seluruh penjuru Karesidenan Surakarta pun saat seperempat siang, sekira pukul 09.30 wib mulai mengalir memasuki Kota Solo melalui jalan arteri menuju Stadion Manahan, lokasi kuliah umum Ketua Umum DPP PDI P. Sehingga tidak memacetkan jalan dalam kota Solo.
Namun saat di titik Kelurahan Joyotakan, kedatangan para caleg dan kader partai banteng mocong putih ini diberhentikan oleh massa yang juga berjumlah banyak dan mengaku sebagai Laskar Mujahid 212.
Sembari mengibas-ngibaskan bendera bergambar Paslon #02, massa mujahid ini melucuti sepeda motor kader dan memaksa para caleg untuk meninggalkan mobilnya. Situasi menjadi ricuh. Kader PDI P yang bersikukuh tetap hendak melanjutkan perjalanan lantas dihadiahi 'bogem mentah' dan motor pun di rusak serta diteriaki sebagai PKI. Tak luput mobil pun di pukuli dengan tongkat pentungan khas mereka.
Tak jelas pastinya siapa koodinator lapangan (korlap) aksi massa Mujahid 212 ini. Namun saat ditanya mengapa aksi ini dilakukan, salah seorang personil laskar yang mengaku bernama Ismed (30) mengatakan bahwa Kota Solo tidak boleh dimasuki PKI baru. "Kami cuma mau mencegah Kota Solo jangan sampai dimasuki orang-orang PKI baru. Itu saja", ucapnya seraya melanjutkan aksi memburu kader banteng moncong putih yang lari kocar kacir.
Tak lama kemudian kericuhan ini bisa dikendalikan oleh Unit Pengendali Massa Polresta Surakarta dan Brigade Mobil bersenjata lengkap.
Sejumlah kader Laskar Mujahid 212 yang dinilai sebagai agitator lantas diamankan ke mapolresta. • (Shaleh Rudianto)


Kalian tidak boleh sewenang-wenang menghakimi...polisi kemana nih?
ReplyDeleteMedia News and Video ini perlu diinvestigasi...tidak menggunakan kaidah jurnalistik sama sekali. Antara judul dan isi jauh panggang dari api...
ReplyDelete