SJR: TOMMY SOEHARTO, BERKACALAH! JOKOWI BUKAN ALADDIN
JAKARTA, media3.id - Aktivis’98, SJR atau Sayed Junaidi Rizaldi, angkat bicara atas pernyataan Hutomo Mandala Putra di acara Berkarya Expo di GOR Satria, Purwokerto (22/3/2019) lalu. Tommy Soeharto, nama popular Hutomo, mempertanyakan kredibilitas hasil survei sejumlah lembaga yang menyatakan bahwa partai Berkarya besutannya adalah salah satu partai yang tidak lolos _parliament threshold_.
Sayed menilai tidak sepantasnya seorang Ketua Umum partai politik panik dengan hasil survei, melakukan sensasi untuk menaikan elektabilitas partai dengan mencari-cari kesalahan pihak lain yang tidak ada relevansinya terhadap partainya.
“Terlalu kerdil apa yang dilakukan Tommy sebagai ketua partai. Hasil survei, seharusnya menjadi bahan evaluasi partai secara internal, juga menjadi catatan apakah mesin partai di bawah kepemimpinannya sudah berjalan baik,” ujar Sayed saat ditemui di bilangan Kuningan, Jakarta Selatan (26/3/2019).
Dalam pidatonya, Tommy Soeharto mempertanyakan kinerja pemerintah dan naiknya elektabilitas partai-partai pendukung pemerintah dalam survei-survei tersebut.
"Orang selama lima tahun terakhir ini, apa sukses pemerintahan ini?
Apa sukses pengelolaan negara ini? Bagaimana (bisa) partai-partai yang memimpin sekarang malah meningkat suaranya?" tanya Tommy dalam pidatonya.
Sayed Junaidi Rizaldi yang juga akrab disapa Pak Cik mengatakan, Tommy seharusnya berpikir sebelum melontarkan kata-katanya. Karut-marut yang sekarang tengah diperbaiki Jokowi adalah buah dari kerusakan selama 32 tahun yang telah dilakukan Soeharto.
“Tommy berkacalah ! Jokowi bukan Aladdin yang punya lampu wasiat. Tidak mudah memperbaiki kerusakan peninggalan bapaknya Tommy _(baca: Soeharto)_, 32 tahun waktu yang lama untuk tanamkan budaya korupsi yang mengganggu jalannya pembangunan, matinya demokrasi dan terjadi sejumlah pelanggaran HAM,” ucap Pak Cik, yang juga anggota DPRD provinsi Riau ini.
Bahkan baru ini anak buah Tommy Soeharto kena OTT ...ini kan jelas betul, cara Tommy mengelola perusahaan ...bro bagaimana ente ngelola negara ? Ngelola perusahan aja kayak gitu. ..
Bagi Pak Cik, pria berdarah melayu ini, pemerintahan Joko Widodo selama lima tahun ini telah bekerja maksimal walau terus diserang fitnah, berita bohong serta isu-isu usang yang dimainkan oleh lawan politiknya.
“Lima tahun ini Jokowi memerintah dengan baik, dengan kerja-kerja nyata walau selalu diserang oleh fitnah, _hoax_, serta isu . Padahal ini cara yang selalu digunakan Orde Baru yaitu gunakan stigma ..stigma SARA dan PKI. Jokowi tidak pernah meminta diapresiasi, biarkan rakyat sendiri yang menilai dan merasakan kesuksesan kerja Jokowi,” pungkas mantan Ketua Pelaksana Rembuk Nasional Aktifis 98. (IndonesiaBergerak).
(Rls98/red)

No comments