ads

ads header

Breaking News

Dalam Pemilihan Rektor (Pilrek) Bisa Berpengaruh Terhadap Pemilihan Presiden.


Bandung.Media3.Id,- Seperti yang dituturkan oleh Asep B Kurnia selaku nonoman tokoh Jawa Barat pada media,   karena menurut Asep, tanpa disadari kekisruhan yang terjadi masalah Pilrek Unpad dari kacamata pandangan Asep, dan berdasarkan obrolan dilingkungan sebagian Mahasiswa saat berbicara masalah terkatung - katungnya Pilrek Unpad ini memang sangat berpengaruh sekali pada keadaan dan suasana dilingkungan Unpad sendiri.

"Juga bagi Warga Jawa Barat. Terutama buat saya pribadi yang ikut memantau dari awal Pelaksanaannya hingga hari ini, pandangan saya dengan Keluarnya Keputusan  Mentri Riset dan Teknologi Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) yang dirasa sangat mungundang kontradiksi saja, dari mulai pelaksanaan yang tidak sesuai jadwal juga ditambah keputusan yang lain," terang Asep.

Tanpa disadari, lanjut Asep, tahun sekarang ini adalah tahun Politik dimana kita semua dibulan april sekarang akan melaksanakan pemilihan Pemimpin Negara kita dan Wakil Rakyat.

"Sudah barang tentu  mau tidak mau masalah yang menerpa di Pilrek Unpad juga, imbasnya akan terjadi dibeberapa kampus yang lain seperti dikampus UNNES dan UNTAD, dalam kacamata pandangan saya sangat berpengaruh pada Kredibilitas Calon," katanya.

Utamanya pandangan Asep terhadap Calon Presiden terutama buat pasangan Petahana,

"Kenapa saya berbicara seperti itu mari kita lihat sama - sama yang terjadi dilapangan, saya melihat dari sudut kecil saja Mahasiswa Kampus Unpad terdiri dari Pemilih - pemilih Milenial dimana mereka akan sangat peka terutama mengenai keadaan dikampus mereka dan akan mulai berpikir siapa yang pantas dan dirasa mantap untuk dipilih menjadi pemimpin mereka,"

"Tentunya ini berkaitan dengan keadaan kampus mereka karena mau tidak mau disini ada peran besar Pemerintah dalam hal ini terutama dalam Pemberi kebijakan," ulas Asep

Saat ini terjadi Kebijakan - kebijakan yang diambil Mentri, "Dalam hal ini Menristekdikti dan Menkominfo sebagai ketua MWA banyak menuai kritik bahkan Mahasiswa sampai turun untuk unjuk rasa,"

Dengan kejadian itu, sudah barang tentu Kebijakan Mentri  yang dikeluarkan ini yang banyak menuai masalah akan berdampak dan kembali kepada siapa yang melantik? Mentri tentunya dalam hal ini adalah Presiden.

Ini tentu menjadi kerugian yang sangat besar kepada Presiden sendiri karena kemampuan Mentri ini tentu dipertanyakan yang notabene dipilih oleh Presiden karena dengan kejadian ini bisa saja yang simpati jadi berbalik arah dukungan karena berdekatan dengan PESTA RAKYAT  dimana Presiden mencalonkan kembali sebagai kubu Petahana.

"Satu sisi saya lihat Petahana telah berusaha meraih suara Milenial, disisi lain dikacaukan dengan kerja Mentri dikabinet beliau, meskipun sekarang sudah ada yang diproses di Kemenag, itu artinya Presiden tidak pandang bulu dalam hal ini, menjadi nilai plus juga buat Presiden tetapi dihadapkan dengan Polemik Mentri yang lain," papar Asep.

"Kita akan melihat, apakah permasalahan dengan Mentri - mentri ini akan cepat direspon atau tidak karena  hemat saya kalau tidak segera ditindak lanjuti bisa - bisa kehilangan Pemilih Milenial yang ada dikampus - kampus terutama kampus yang bermasalah oleh kebijakan Mentri masa kabinet Presiden sekarang dan ini menjadi sebuah keuntungan tentunya bagi kubu lawan,"

Sudah barang tentu ini perlu kecepatan dalam menanggapi terutama mendekati PESTA RAKYAT ini, dengan adanya tindakan terhadap Mentri - mentri bermasalah tentu ini bisa mengembalikan citra karena ada kepuasan dilingkungan kampus yang di huni sebagian besar pemilih Milenial.

Bahwa gara2 menteri yg tdk berkompeten mengakibatkan ketidakpercayaan pada rezim pemerintahan sekarang. Padahal petahana sedang berjuang untuk mendulang suara di Jawa Barat.

Unpad ibarat Persib. Unpad diusik maka para bobotoh dan viking secara militan akan membelanya. Lihat saja nanti, kalau ternyata suara pilpres Jokowi di Jawa Barat anjlok sampai pada titik terendah. Bisa langsung disimpulkan kan gara2 ulah dua Menteri (Mentistekdikti dan Menkominfo) tidak peka terhadap emosi masyarakat Jawa Barat pecinta Unpad.
(Acep)

No comments