ads

ads header

Breaking News

SAATNYA KETOKOHAN DIUJI HASRAT


Jakarta, media3.Id -- Pesta Rakyat Pemilu 2019 sudah selesai. Dan pada tanggal 21 Mei 2019 telah diumumkan Oleh KPU RI bahwa pasangan Joko Widodo-KH Makruf Amin adalah Pemenang dengan perolehan Suara terbanyak. Tinggal menunggu hasil keputusan MK mengenai sengketa Pemilu, maka Pasangan dengan nomor urut 01 tersebut akan segera dinyatakan sebagai Presiden dan Wakil Presiden Terpilih 2019-2024.

Akan tetapi Pesta yang telah usai tersebut, ternyata menyisakan riak-riak dalam kehidupan Bernegara kita.

Pendukung pasangan yang kalah, melakukan Demo karena kurang puas dengan hasil Pemilu.
Demo yang didasarkan atas informasi adanya kecurangan tanpa bukti.
Demo memperjuangkan Keadilan tanpa tahu dimana sebenarnya Ketidak-Adilan terjadi.

Perlu diakui bahwa Semangat Berjuang Membela Kebenaran Bangsa kita sangat Tinggi. Mereka datang dari berbagai daerah hanya demi "Membela Kebenaran".

Sayang, semangat yang sedemikian Tingginya itu "Dimanfaatkan" oleh Oknum-oknum tidak bertanggung jawab hanya demi Hasrat akan Kekuasaan bagaimanapun jalannya.

Oknum-oknum yang bergelar "Tokoh" bagi sebagian masyarakat, seakan tidak perduli bahwa Persatuanlah yang lebih Penting. Mereka juga tidak siap mengakui bahwa Rakyat Telah Memilih yangTerbaik, dan Pertarungan sudah selesai.

Saya Fauzi Fintellyansyah  sebagai ketua umum Laskar Juang Rakyat Indonesia (LAJURI), Menyerukan Kepada Segenap Tokoh/Pimpinan Politik, agar Menjaga Persatuan dan kesatuan Bangsa.
Berhenti Memanfaatkan Semangat "Bela Kebenaran" Rakyat untuk Kepentingan Pribadi.
Ini saatnya bagi kita untuk Memposisikan Diri apakah menjadi Tokoh Panutan Bagi Bangsa, atau hanya menjadi Oknum yang memanfaatkan Pendukungnya untuk Memperoleh Kekuasaan.

Apapun yang kita sampaikan dan kita lakukan.....akan diIngat Oleh Anak cucu kita Kelak,dan menjadi sejarah untuk Bangsa indonesia,(23/5/2019).

(Wahyu Tj)

No comments