ads

ads header

Breaking News

Tokoh Adat Karo, Jangan Terpengaruh Dan Terprovokasi Rencana Aksi "People Power"


Tanah Karo, media3.id - Ketua Tokoh Adat Masyarakat Karo, Malem Ukur Ginting , mengecam  isu dan rencana aksi gerakan people's power yang disampaikan pendukung salah satu peserta pemilu pilpres 2019  yang tidak menerima hasil kekalahan paslon yang di jagokan, hal itu dinilai bertentangan dengan ketentuan perundang-undangan dan asas demokrasi Pancasila.

" Saya berharap, kepada warga masyarakat karo dimana pun berada agar tetap menjaga situasi yang kondusif dengan adanya isu isu gerakan people's power , saya  menyatakan menolak tegas dan tidak setuju dengan rencana itu, karena selain rentan terjadi perpecahan, cara-cara ini juga tidak sesuai dengan adat istiadat dan budaya kita suku karo yang selalu mengedepankan musyawarah dan mufakat dalam memecahkan suatu persoalan maupun masalah , dalam bahas karo sering kita sebut dengan budaya (Runggu atau Arih arih guna simehuli)," kata Malem ukur  saat ditemui awak media di kaban jahe , Selasa(21/05).

Tambahnya  " negara kita  ber asas kan demokrasi dan Berpegang teguh pada nilai-nilai dasar Pancasila, negara kita menjunjung etika, berbudaya, berketuhanan yang maha esa dengan semangat persatuan dan kesatuan bangsa ,  segala bentuk yang berkaitan dengan masalah kebangsaan dan kerukunan antar umat, sudah diatur melalui ketentuan perundang-undangan yang berlaku,

Bila ada hal yang dinilai menyimpang, segala sesuatunya hendak diselesaikan melalui jalur hukum yang berlaku, tidak mesti dengan cara menggerakkan massa. "Jadi, mari kita salurkan aspirasi kita melalui jalur yang sesuai dengan konstitusi, bukan dengan mengerahkan massa," Tegasnya.

Ditegaskannya lagi,  people power itu  jelas tidak sesuai dengan asas demokrasi di negara kita, untuk itu saya  meminta semua pihak menahan diri,  tidak memperkeruh suasana yang sudah kondusif ini. "Kita hormati keputusan KPU, mari kita tunggu hasil rekapitulasi di KPU dan harus kita ketahui bersama bahwa gerakan people power juga dapat berpotensi memicu perpecahan antar anak bangsa." Beber Malem Ukur Ginting

(Daris Kaban)


No comments