ads

ads header

Breaking News

Sektor 21 Satgas Citarum Harum Kembali Kaji Ulang Limbah Cair PT Adetex Banjaran

Kolonel Inf Yusep Sudrajat Dansektor 21 sedang mengambil Sampel limbah cair PT Adetex. (Foto:Arbim/ media3.id)


Media3.Id Bandung - Sektor 21 Satgas Citarum.Harum,di bawah arahan komandan Sektor 21, Kolonel Inf Yusef. Sudrajat,   Rabu (9/1) melakukan cek ulang limbah cair PT Adetex di Kecamatan Banjaran kabupaten Bandung ,guna memastikan limbah cair pabrik tersebut apakah sudah sesuai dengan baku mutu.

Hal ini di lakukan Satgas 21 setelah sebelumnya pada bulan Nopember 2018 berdasarkan laporan dari warga yang kemudian ditindaklanjut  Tim Satgas Sektor 21 menemukan limbah cair PT Adetex yang keluar dan merembas ke DAS  anak sungai Citalugtug berwarna Hitam,dimana tindakan selanjutnya  Satgas 21 melakukan penutupan pengecoran saluran  lubang limbah cair milik pengusaha Wewey ( PT Adetex) sebagai bentuk sangsi dan peringatan terhadap Perusahaan tersebut yang bandel membuang limbah cair tidak sesuai dengan baku mutu parameter yang sudah ditetapkan pemerintah sehingga merusak Ekisistem Lingkungan Sungai yang bermuara ke DAS Citarum.

Dijelaskan Dansektor 21,Kolonel Inf Yusef Sudrajat,saat di wawancara Media3.Id dilokasi Ipal Pabrik Adetex," Berdasarkan hasil kaji ulang yang kami lakukan bersama LSM PMPRI,dan pantauan para Jurnalis Peduli Citarum limbah cair pabrik Adetex sudah baik dan airnya nampak Bening dimana  ikan bisa hidup dalam Bak  pembuangan air sementara, tentunya melihat fakta ini air limbah cair pabrik  Adetex  bisa di buang ke  Sungai Citalugtug yang bermuara ke Daerah Aliran Sungai Citarum," jelasnya.

Walaupun dalam keadaan darurat, karena pabrik Adetex sedang melakukan perbaikan-perbaikan Ipal  yang pengerjaannya sedang berlangsung, namun pihak Pabrik Adetex sudah berusaha untuk melakukan pembenahan-pembenahan perbaikan Ipal-nya sehingga hasilnya baik dan kami sangat respon atas segala usaha yang dilakukan pihak  perusahaan milik Wewey ini," ucapnya.

Menyikapi hasil dan kinerjanya perbaikan Ipal  ini kami berharap pihak Pabrik Adetex harus terus mempertahankan dan kalau bisa supaya lebih baik lagi dari hasil yang sekarang," tegasnya.

Lanjut Yusef," Pabrik Adetex sekitar bulan Maret sampai April masih mencari perkembangan usaha perbaikan Ipalnya dimana sampai bulan Nopember Pabrik Adetex masih mengeluarkan limbah Cair yang berwarna Hitam dan tindakan kami mengambil langkah sangsi menutup saluran lubang limbah cairnya,agar tidak merusak ekosistem lingkungan," ungkap Yusef.

Alhamdulilah bila komunikasi kita lancar dan pihak pabrik ada keinginan untuk memperbaiki Ipal-nya walau Cost-nya tentunya akan naik,niscaya hasil limbah cairnya akan baik, buktinya sekarang  Ipal limbah cair Adetex sangat bagus dan harus di pertahankan.

"Kami ucapkan terimakasih, tolong sampaikan kepada pk Wewey pemilik perusahaan ini atas kerjasamanya dengan Satgas Citarum Harum Sektor 21 yang telah membantu program pemerintah pusat dalam pemulihan,percepatan, pengendalian sungai Citarum agar bersih seperti semula,"Tutur Yosef mengakhiri perbincangannya.

Ditempat yang sama H.Sutisna selaku General Manager di Didampingi Agus Safari staf ahli PT Adetex mengatakan," Selama pabrik kami di beri sangsi oleh Satgas 21, kami beserta manajemen dan jajaran terus berupaya memperbaiki Ipal, dan meminta arahan dari pak Yusep selaku Dansektor 21 agar kami tidak salah dalam mengambil langkah upaya pengolahan  perbaikan Ipal," terangnya.

Maka upaya kami dalam pengolahan Perbaikan Ipal terus di lakukan walau keadaan Darurat, membangun sarana prasarana dan pembelian obat yang kalau di hitung nilai Costya sangat naik dari sebelumnya,namun demikian kami cukup puas karena hasilnya sangat bagus dan limbah cair yang kami buang ke sungau sudah aman dan tidak merusak lagi ekosistem Sungai," Pungkasnya. ( Arbim)

No comments