ads

ads header

Breaking News

DANSEKTOR 21 SATGAS CITARUM HARUM LAKUKAN PENGECEKAN LIMBAH CAIR, DUA PABRIK DI RANCAEKEK


Media3.Id, Kab Bandung- Dansektor 21 Satgas Citarum.Harum, Kolonel Inf Yusep Sudrajat,Jumat(8/3) pagi, melakukan pengecekan Ipal Pabrik PT Jatayutex dan PT Indoneptune Net Manufacturing, di Jln Raya Bandung- Garut Km 25 kecamatan Rancaekek kabupaten Bandung. Sidak tersebut juga di ikuti LSM PMPRI  yang selama ini aktif dalam membantu program Citarum Harum

 Dijelaskan Kolonel Inf Yusep Sudrajat dalam Konprensi Pers'nya," Kami Satgas Citarum Harum Sektor 21 terus konsisten tidak akan pernah berhenti untuk mengecek dan mengembalikan sesegera mungkin ekosistem air, dalam upaya percepatan, pengendalian Daerah Aliran Sungai Citarum, sesuai dengan amanat Perpres no 15 tahun 2018 yang langsung di tandatangani Presiden RI, Jokowi," ucapnya.

 Di mana TNI dilibatkan dalam percepatan penanganan DAS Citarum yang disebut salah satu Sungai terkotor di dunia.
 Tugas yang kami emban terutama di Sektor 21 , sudah berjalan 1 tahun, di mana di wilayah kami banyak pabrik-pabrik," tandasnya.

 Masih menurut Yusep,"  Satgas Sektor 21  bergerak cepat dalam penanganan antisipasi pembuangan limbah pabrik dan melakukan tindakan dan peringatan kepada pabrik- pabrik Nakal bilamana membuang Limbah Cair ke DAS Citarum tanpa proses yang benar berdampak rusaknya ekosistem DAS Citarum.
 Lanjut Yusep, Alhamdulilah apa yang kami kerjakan selama penanganan DAS Citarum hasilnya cukup Signifikan, walaupun demikian kita tetap akan memonitoring dan mengontrol kegiatan pabrik pembuang limbah karena di sektor 21 banyak pabrik kerjanya harus membuang limbah yang di buang ke DAS Citarum," tegasnya.

 Disebutkan  PT Jatayutek bergerak di bidang Tekstil mulai dari benang sampai Kain, tidak ada pencelupan, sehingga limbah yang di buang sedikit kurang lebih 13 sampai 15 per kubik tiap harinya, karena memakai tenaga Uap, dan kita bisa lihat airnya bening dari hasil limbah sesuai dengan baku mutu, aman untuk di Buang ke DAS Citarum,walaupun kecil bila dibandingkan dengan pabrik lain yg mengeluarkan limbah 800 s/d 1500 kubik perhari, tapi kita harua Clear, karena kita paham Citarum sangat Vital karena warga Jabar dan DKI,hidupnya tergantung ke Sungai Citarum, diantaranya dipakai Bendungan, Pertanian, dan yang lainnya" terangnya.

 Kemudian PT Indoneptune yang bergerak di bidang pembuatan jaring Ikan, air limbahnya yang di buang ke Citarum kecil, kurang lebih 75 s/d 100 Kubik perharinya,karena hanya mewarnai jaring tersebut saja, dan kita bisa lihat dari aouletnya ikan bisa hidup dan airnya bening namun harus di tingkatkan lagi,"
 .Dilain pihak Mr Iconk pemilik pabrik  Jatayutek,mengakui pabriknya bergerak di bidang Tekstil namun tidak sampai ke pencelupan, akan tetapi kita punya komitmen yang baik dengan Muspika dan warga setempat, untuk peduli lingkungan dan kita pegang itu, jangan sampai anak cucu kita menjadi korban limbah pabrik," ungkapnya.

 Intinya kita sangat peduli lingkungan, mulai dari CSAR,pengolahan limbah kita mengikuti aturan yang sudah di tetapkan pemerintah,"tutur Mr Iconk.
 Hal senada di katakan Hendra Gunawan wakil Presiden PT Indoneptune Net,menurutnya," proses Ipal yang kita gunakan masih proses kimia, kedepannya kita akan gunakan juga proses Ipal secara Biologis," ucap Hendra.

 Jujur kita masih belum sempurna melihat hasil  limbah cair yang kita olah walau aman untuk di buang ke DAS Citarum, namun kita ingin menyempurnakan kembali.
Untuk itu kita minta dorongan moril agar upaya membantu program Citarum Harum bisa terlaksana dengan baik, di mana kita punya rasa tanggungjawab terhadap ekosistem lingkungan air DAs Citarum," pungkasnya. ( Arbim)

No comments