ads

ads header

Breaking News

IDN (IKATAN DAI NUSANTARA) GELAR DEKLARASI DUKUNG JOKOWI-MA'ARUF AMIN 2 PERIODE 2019-2024


Jakarta,Media3.Id– Gelar Dukungan pemenangan untuk paslon #01 Joko Widodo (Jokowi)-KH Ma’ruf Amin (KMA) terus mengalir dari berbagai ulama se-nusantara untuk Indonesia.

Ratusan da'i yang tergabung dalam Ikatan Da'i Nusantara (IDN) tersebut memberikan dukungannya penuh.

Selain memenangkan paslon #01Jokowi-Amin di Pilpres 2019-2024,mereka para da'i yang tergabung dalam IDN (Ikatan Da'i Nusantara) siap menangkal hoax,termasuk ujaran kebencian.

Deklarasi dukungan pemenangan paslon #01Jokowi-Amin diberikan IDN pada Kamis (7/3/2019) di Sekretariat DPP PROJOMAC,Jl.Dr. Soepomo no.3A, Menteng Dalam,Tebet, Jakarta-Selatan juga yang dihadiri KH.Maman Immanulhaq selaku Direktur Direktorat Relawan TKN Jokowi Amin,yang bermarkas di jln.Veteran  No.23 Jakarta-Pusat.



Ketua IDN (Ikatan Dai Nusantara),KH.Thobroni Abdul Gani mengatakan, memenangkan Jokowi-Ma’ruf menjadi harga mutlak. Komitmen tersebut pun diberikan sebagai bentuk panggilan hati nurani dan kewajiban mereka sebagai dai untuk membimbing jamaah atau umat Islam.

“Kita ini mayoritas berasal dari kalangan pesantren,lewat acara deklarasi ini kita bisa meningkatkan silaturahmi diantara para da'i.Kemudian menyamakan visi dan misi yaitu berdakwah dengan ramah, rahmatan lil’alamin dan tidak saling membenci.Karena kita lihat sekarang begitu maraknya yang mencaci maki ulama, kyai. Bagi kami sikap seperti itu dilarang. Jika ada da'i yang dari kelompok kami yang menyebar hoaks, hasutan dan caci maki pasti saya tegur,” kata KH.Thobroni Abdul Gani saat diwawancarai awak Media3.Id seusai acara deklarasi dukungannya kepada Jokowi-Amin tersebut.

Selain itu,KH.Thobroni Abdul Gani menegaskan,pihaknya mendukung paslon #01 Jokowi-Ma’ruf Amin karena faktor kesamaan visi.

“Sebab,paslon #01 ingin mewujudkan Indonesia harmonis. Mewujudkan kehidupan beragama yang ramah,toleran, dan humanis,” tegas Thobroni.

IDN ( Ikatan Da'i Nuantara) berjanji untuk terus bergerak melakukan counter lewat mimbar di masjid dengan narasi yang santun bukan dengan menyebarkan hasutan apalagi hoaks.

“Caranya dengan mengembangkan mimbar di mesjid dengan penyampaian narasi yang ramah dan humanis yang sejuk damai.Dengan cara ini kami berharap maraknya ujaran kebencian,hoax, fitnah,hingga politisasi bisa dihilangkan. Karena saat ini,banyak mimbar di masjid yang digunakan untuk menyebar hasutan dan hoax.Mirisnya lagi, ada oknum khatib dan dai yang termakan agitasi anti-Jokowi.Untuk itulah kami berkewajiban melakukan counter terutama terhadap hoaks, hasutan dan ujaran kebencian,” tandas"!Thobroni.(WAHYU TJ)

No comments