ads

ads header

Breaking News

Kasat Reskrim : SP3 Kasus Ijazah Palsu Herman Jaya Harefa Sudah Sesuai Prosedur


Gunungsitoli, media3.id - Dugaan Kasus Ijazah Palsu Herman Jaya Harefa yang dilaporkan oleh Lo'ozaro Zebua ke Polres Nias beberapa waktu lalu tidak dapat di proses secara hukum karena pada kasus tersebut tidak ditemukan cukup bukti yang ditandai dengan dikeluarkannya SP3.

Hal tersebut disampaikan Kasat Reskrim Polres Nias, AKP Jonista Tariga menanggapi tuntutan puluhan demonstran di Polres Nias, Senin (4/3/2019) yang menuntut agar kasus dugaan ijazah palsu Herman Jaya Harefa diusut kembali.

Jonista mengatakan bahwa SP3 kasus tersebut sudah sesuai prosedur. Meskipun para demonstran terus melakukan demonstrasi di Polres Nias, namun hal tersebut tidak akan membuat kasus tersebut dibuka kembali sehingga menyarankan para demonstran untuk mengajukan praperadilan ke Pengadilan Negeri jika memang ingin kasus tersebut dibuka kembali.

Sementara itu Herman Jaya Harefa saat dimintau tanggapannya, Selasa (5/3/2019) membantah tudingan bahwa dirinya menggunakan ijazah palsu bahkan mengungkapkan bahwa kasus tersebut telah dilaporkan pada Tahun 2013 lalu namun tidak dilanjutkan oleh pihak Polres Nias karena tidak cukup bukti.

" Tuntutan masa tersebut sangat politis dan fitnah, saya mendengar mereka ini  orang-orang suruhan yang sengaja dipakai untuk menjatuhkan nama baik saya menjelang pemilu legislatif tanggal 17 April 2019 mendatang," Ujar Herman.

Herman menghimbau kepada masyarakat baik simpatisan dan pendukung partai demokrat untuk tidak terpancing maupun terprovokasi dengan isu hoax itu.

" Sejumlah pentolan aksi itu sudah kita laporkan secara hukum. Laporan tersebut saat ini sedang diproses Kepolisian," Ujarnya.

Herman mengaku bahwa dirinya merasa bingung atas isu miring yang sengaja dibungkus oleh oknum-oknum tertentu untuk menyerang pribadinya menjelang Pemilu 2019 ini. Padahal jelas-jelas kasus itu sudah memperoleh kepastian hukum.

" Atas kasus itu mereka mendatangi masyarakat jangan pilih Herman Jaya Harefa. Jadi ini sangat jelas sekali pesan politiknya bahwa ada ketakutan oknum atau kelompok tertentu jika saya duduk kembali menjadi DPRD. Karena selama ini saya terus menyuarakan aspirasi masyarakat sehingga kemungkinan ada yang terganggu," Ucap herman kesal.

No comments