Pengusaha Genteng Jatiwangi Terpuruk, SE Bupati Majalengka Terkait Cinta Produk Lokal Jadi Tumpuannya Untuk Bangkit
Majalengka, media3.id - Industri genteng di Kecamatan Jatiwangi, Kabupaten Majalengka, saat ini menghadapi kesulitan memasarkan genteng karena ada persaingan dengan industri besar yang memroduksi atap atau genteng metal. Dari sekitar 550 pengusaha genteng pada 2015 lalu, hanya 50 persen yang beroperasi maksimal.
Pengusaha genteng, yang juga
Ketua Asosiasi Pengusaha Genteng Jatiwangi (Apegja) H Apip Iping April mengatakan, saat ini para pengusaha genteng jatiwangi mengalami kesulitan permodalan dan pemasaran, serta sebelumnya tidak mendapat perhatian khusus dari pemerintah daerah. Namun setelah keluarnya Instruksi Bupati dalam Surat Edaran (SE) Nomor 537/169/2019 tentang Penggunaan Produk Asli Majalengka. Adapun beberapa item produk lokal yang bisa digunakan, sebagaimana tertuang dalam SE yang dikeluarkan pada 30 Januari 2019 itu salah satunya penggunaan produk genteng jatiwangi. Kini mulai optimis dengan adanya SE Bupati Majalengka tersebut
"Kami selaku pengusaha genteng yang tergabung dalam Apegja, sangat menyambut baik apa yang dilakukan atau dicanangkan bupati Majalengka saat ini, mudah-mudahan beliau melaksanakan itu dengan kenyataan," paparnya, Minggu (3/3/2019).
Pihaknya berharap ,dengan adanya gagasan bupati tersebut masa sulit yang dialami pengusaha genteng jatiwangi saat ini dapat teratasi.
Dikatakannya, sebelum masa sulit seperti yang dialami saat ini, sekitar tahun 1980-1990-an, pengiriman genteng jatiwangi sudah sampai Malaysia, dan Brunei Darussalam bahkan Eropa.
Saat itu terdapat 600-an jebor atau pabrik genteng yang beroperasi.
Di masa sulit sekarang ini hanya tersisa 150 jebor, itu pun nilai produksinya jauh menurun.
" Faktor penyebab di balik kebangkrutan genteng jatiwangi selain keterbatasan tanah liat sebagai bahan baku juga maraknya atap metal roof yang diproduksi dan diiklankan terus-menerus.
Namun demikian pihaknya mengaku tetap optimis karena genteng jatiwangi kualitasnya lebih baik dibanding genteng non produksi jatiwangi.
Menurutnya, penggunaan genteng jatiwangi lebih adem dan ramah lingkungan, selain itu juga lebih kuat serta tahan lama.
"Dengan adanya surat edaran bupati Majalengka untuk menggunakan produk lokal termasuk genteng jatiwangi, kita akan bekerjasama dengan pemerintah daerah untuk mempromosikan atau mengiklankan genteng jatiwangi guna membantu pemasarannya," pungkasnya.(Nano)

No comments