PW. Hima Persis Jawa Barat Menyayangkan Kebijakan Gubernur Membangun Taman Dilan
![]() |
| Caption : Haris ketua pimpinan Wilayah Hima Persis Jawa Barat |
Media3.id, Bandung - Telah diketahui bersama, bahwa kebijakan Gubernur Jawa Barat membangun Taman Dilan menuai pro dan kontra dari masyarakat, salah satunya pernyataan sikap dari PW. Hima Persis Jawa Barat yang menyayangkan pembangunan taman Dilan salah satu kebijakan yang dikeluarkan oleh kang Emil, sapaan hangat Gubernur Jawa Barat.
Saat ditanya tanggapannya melalui pesan singkat hari Sabtu, 2 Maret 2019, Ketua PW Hima Persis Jawa Barat, Moch. Haris Romdoni menuturkan bahwa, mengapresiasi karya seseorang, tidak harus bersikap lebay dengan dibuatnya Taman Dilan. Faedahnya untuk apa Taman Dilan, apakah taman Dilan ini indikasi dari Gubernur Jawa Barat, melegalkan terhadap budaya pacaran untuk generasi mendatang, ini jelas sangat berbahaya
"Kalau misalkan hendak mengapresisasi karya seseorang, kenapa tidak langsung penulis novelnya yang diangkat ke publik? bahkan karya Ayah Pidi Baiq itu tidak hanya tentang Dilan, tapi kok malah para artis yang memainkan peran Dilan yang muncul di publik dan gedung Pemerintahan," kata Haris
Haris menyarankan, lebih berfaedah, anggaran untuk pembangunan taman Dilan dialokasikan untuk membantu kebutuhan masyarakat yang terkena bencana-bencana yang terjadi di Jawa Barat, bahkan selain yang terkena bencana, masih banyak masyarakat kecil yang membutuhkan uluran tangan untuk perbaikan hunian demi kenyamanan hidupnya.
"Salah satunya kejadian di Kecamatan Rancabali, yang sedang di advokasi oleh Bidang Sosial Kemasyarakatan PW. Hima Persis Jawa Barat, ada seorang guru mengaji yang sangat mengkhawatirkan kondisi rumahnya, bahkan pemerintah setempat pun tidak responsif malah menanggapi dengan miring, alangkah lebih berfaedahnya, anggaran untuk pembangunan Taman Dilan ini dialokasikan untuk pembangunan rumah guru mengaji tersebut, yang jelas-jelas telah berkontribusi konkrit menanamkan nilai-nilai untuk generasi mendatang." Ujar Haris
Haris berharap suapaya pembangunan infrastruktur khususnya di Jawa Barat harus mengindahkan aspek prioritas dan moralitas, mana yang lebih prioritas antara pembangunan Taman Dilan dengan pembangunan rumah-rumah guru ngaji atau honorer yang ekonominya di bawah rata-rata, bila dilihat dari sudut moralitas, pesan apa yang dapat dipetik untuk generasi bangsa dari pembangunan Taman Dilan ini.
Bukankah Wakil Gubernur dalam proses konstelasi Pilgub kemarin digembor-gemborkan berasal dari keluarga Pesantren, Masyarakat berharap ada perubahan signifikan agar Jawa Barat terlihat lebih religius.
"Kami kira, adalah sebaiknya corak Pak Gubernur yang mumpuni dalam bidang pembangunan, tata kelola kota, dan kreasi inovatif dalam infrastruktur mestilah seirama dengan corak khas islami yang ada pada sosok Pak Wakil Gubernur. Sekali lagi, perpaduan ide pembangunan infrastruktur Pak Gubernur yang dikawinkan dengan gagasan Islami Pak Uu, ini sesungguhnya yang masyarakat tunggu." tegas Haris.
(Nijar)

No comments