PW GPII Jabar Kecam Tindakan Premanisme Terhadap Kadernya di Kota Bandung
![]() |
| Caption: Irwan Sholeh Amir Ketua GPII Pimpinan Wilayah Jawa Barat. (Foto: Nijar/media3.id) |
Media3.id, Kota Bandung - Dua orang kader Gerakan Pemuda Islam Indonesia (GPII) Kota Bandung menjadi korban tindakan kekerasan oknum ormas, yang bertikai di kota Bandung, dipukuli dengan brutal, bahkan terancam senjata tajam.
Irwan Sholeh Amir selaku ketua Pimpinan Wilayah Jabar GPII menjelaskan, Konflik ormas Manggala Garuda Putih dan Pemuda Pancasila di Kota Bandung sangat meresahkan warga, pasalnya yang menjadi korban tidak hanya anggota ormas yang berselisih, tetapi menyasar yang lain juga.
"Tepatnya hari Rabu siang, 24 April 2019, sekitar pukul 12.30 wib, Ronny Saepul Rahman (Ketua Pimpinan Daerah GPII Kota Bandung) bersama Dedy Safrudin (Kabid. Sospol PD GPII Kota Bandung) sedang mengendarai sepeda motor di sekitar jalan Braga Kota Bandung. Sempat mendengar keributan terjadi, bahkan melihat satu orang korban tergeletak di jalan, spontan keduanya berhenti untuk melihat situasi, namun ternyata malah diteriaki dan dituduh merekam kejadian," ujar Irwan ketika diwawancarai media lewat telepon seluler di Bandung, kamis, 25 April 2019
Irwan melanjutkan, bahwa puluhan anggota Manggala sedang melakukan sweping dan mengejar semua orang yang mendokumentasikan peristiwa tersebut, Dua kader GPII termasuk yang ikut dikejar dan diseret paksa turun dari sepeda motor. Selain ada upaya perampasan handphone, mereka berdua harus menerima pukulan dan tendangan yang bertubi-tubi, puluhan orang mengeroyok mereka berdua dengan membabi buta.
"Kedua kader GPII berhasil melarikan diri dan mendapat perlindungan dari pihak polisi yang mencoba mengamankan situasi, meskipun mengalami luka-luka yang cukup serius. Keduanya dilarikan ke rumah sakit terdekat untuk diobati dan menjalani visum, setelah itu membuat laporan ke Polrestabes Bandung atas dugaan tindak pidana kekerasan yang dialami, sesuai dengan pasal 170 ayat 01 KUHP, kata Irwan
Pimpinan Wilayah (PW) GPII Jawa Barat mengecam keras tindakan penganiayaan yang dilakukan oknum-oknum ormas yang bertikai terhadap dua kadernya. Bentrokan yang terjadi antara dua ormas ini terjadi dibeberapa tempat di Kota Bandung dan menyasar juga korban tak bersalah, kondisi ini sangat mencemaskan, oleh karena itu, PW GPII Jabar menyatakan sikap sebagai berikut
1. Menolak segala bentuk aksi premanisme di Kota Bandung.
2. Meminta pihak kepolisian menangkap dan menindak tegas pelaku penganiayaan sesuai aturan hukum yang berlaku.
3. Mendesak Pemerintah Kota Bandung untuk bersikap dan berperan aktif menciptakan lingkungan yang kondusif, aman dan tentram bagi warganya.
4. Menghimbau semua stakeholder dan tokoh masyarakat untuk ikut serta mengecam aksi premanisme yang terjadi di kota Bandung.
5. Mengajak masyarakat untuk tetap waspada bila terjadi bentrokan susulan.

No comments