ads

ads header

Breaking News

BUPATI KLATEN: SIAGA DARURAT KEKERINGAN

area persawahan di Klaten yang tengah dipersiapkan antisipasinya menjelang musim kemarau yang diperkirakan puncaknya pada bulan Agustus mendatang.

Klaten, Media3.id -  Pemerintah Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, menetapkan status siaga darurat kekeringan. Penetapan itu melalui Surat Keputusan yang ditandatangani Bupati Hj. Sri Mulyani bernomor 360/684 Tahun 2019 tentang Status Siaga Darurat Kekeringan.

"Sesuai dengan surat keputusan Bupati itu status siaga bencana kekeringan di Klaten berlangsung sejak 1 Mei-31 Oktober 2019," kata Kepala Bidang (Kabid) Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Klaten, Sri Yuwana Haris Yulianta kemarin Rabu (19/6).
Dikatakan Haris, pihaknya telah menganggarkan dana senilai Rp 200 juta untuk kebutuhan air bersih bagi warga Klaten. Anggaran tersebut mencukupi untuk menyediakan sebanyak 800 tangki air bersih.

Jika persediaan 800 tangki masih kurang, Haris menyatakan telah menyiapkan dana siap pakai sebesar Rp 539,3 juta untuk tambahan kebutuhan air bersih. Sebab, diprediksi puncak kemarau di Klaten akan terjadi pada Agustus 2019.

"Jumlah desa di Klaten yang dilanda kekeringan tahun ini kita prediksi meningkat dari tahun 2018. Tahun lalu kita hanya mengirim sebanyak 784 tangki air bersih. Tahun ini kita sediakan 800 tangki air bersih," ujarnya.

Sementara itu Kepala BPBD Klaten, Sip Anwar mengatakan ada sembilan kecamatan yang terancam kekeringan. Di antaranya Kemalang, Karangnongko, Manisrenggo, Jatinom, Prambanan, Trucuk, Bayat, Pedan, dan Karangdowo.

Ancaman kekeringan di Kecamatan Kemalang berpotensi terjadi di tujuh desa, yaitu Kendalsari, Talun, Tlogowatu, Sidorejo, Keputran, Balerante, dan Tegalmulyo.

Kemudian, Kecamatan Karangnongko di Desa Gemampir, Kecamatan Manisrenggo di Desa Kecemen dan Ngemplak Seneng,  Kecamatan Jatinom di Desa Bandungan, Tibayan, Temuireng, Socokangsi, dan Bengking.

Kemeringan di Kecamatan Prambanan berlangsung di Desa Sengon. Kecamatan Trucuk di Desa Kalikebo. Kecamatan Bayat di Desa Dukuh dan Ngerangan. Kecamatan Pedan di Desa Kaligawe, dan Kecamatan Karangdowo di Desa Tumpukan, Ringin Putih, dan Demangan.

"Adapun jumlah penduduk 23 desa yang terdampak kekeringan di musim kemarau sebanyak 76.482 jiwa," ungkap Sip Anwar yang didampingi Sri Yuwana Haris Yulianta. ▪ (Shaleh Rudianto)


No comments