Dudu Tidak Tau dan Tidak Aktif Dalam Grup WhatsApp Politik
Kota Banjar, media3.id - Dugaan adanya oknum ASN yang menjadi keanggotaan grup WhatsApp DPD RN PAS Kota Banjar, ditanggapi langsung oleh yang bersangkut inisial D tersebut merupakan Dudu Nurjaman seorang Guru di Sekolah Dasar Negri di Kota Banjar, dirinya merasa tidak tau dan tidak aktif dalam keanggotaan grup WhatsApp tersebut.
Dudu menghubungi melalui telepon seluler kepada media3.id pada Selasa malam, (25/6/2019) dirinya ingin meluruskan dugaan dirinya menjadi anggota grup WhatsApp tersebut. Dudu ASN atau Guru yang bersangkutan menanggapi atas dugaan tersebut menurutnya, dirinya merasa tidak pernah aktif dalam grup tersebut apalagi ikut menjadi anggota relawan salah satu capres.
"Awalnya saya dimasukan ke grup inohong kota Banjar, namun grup tersebut berubah menjadi RN DPD PAS Kota Banjar, saya juga tidak tahu grup berubah nama, saya juga tidak pernah memperhatikan atau mengomentari dalam grup tersebut." Tandas Dudu saat menghubungi media3.id Selasa malam, (25/6/2019).
Lanjutannya, tidak ada pemberitahuan atau konfirmasi dari admin grup tersebut atas dimasukkannya dalam keanggotaan grup WhatsApp tersebut.
"Tapi saat ini saya setelah mengetahui grup itu berubah nama dan ataupun grup itu berubah setelah menjadi berita saya langsung keluar dri grup itu dan saat ini saya lagi fokus untuk mempersiapkan diri untuk menjalankan ibadah haji, hanya tinggal satu bulan lagi saya berangkat ke tanah suci. Saya anggap ini ujian bagi saya." Tuturnya.
Sementara Diki komite SDN tersebut menjelaskan, bisa dilihat dari perubahan foto profil WhatsApp Dudu, pasalnya dari dulu foto profil WhatsApp Dudu itu menggunakan foto saat baju PGRI dan saat ini foto profil pakaian Jass hitam putih, jadi bisa dilihat grup tersebut berubah nama dari kapan. Bila perlu dicek ke Cyber Crime.
"Pemilukan sudah selesai, saya kira itu sudah tidak berlaku lagi. Indikasi R ini apa memojokkan Dudu, pasalnya kalo sudah jadi berita beda lagi, kenapa tidak langsung menanyakan kepada yang bersangkutan." Tandas Diki.
Lanjutnya, permasalahan ini harus bisa diselesaikan karena ini bisa mengganggu psikologi guru dan mengganggu belajar kepada anak didik, itu yang dikhawatirkan untungnya saat masih libur anak sekolah.
(Degum)

No comments