GUBERNUR JABAR ," BERHARAP DANSEKTOR TETAP FOKUS KARENA SAMPAH MASIH MENJADI PERMASALAHAN UTAMA DI DAS CITARUM
![]() |
| Ridwan Kamil Gubernur Jawa Barat |
Bandung,Media3.id - Bertempat di Gedung Sate,Jumat(5/6) Gubernur Jawa Barat, M Ridwan Kamil menggelar rapat koordinasi Revitalisasi DAS Citarum yang di hadiri oleh 23 Komandan Sektor( Dansektor )Satgas Citarum Harum.
Menurut Emil," walau laporan dari tiap sektor, meskipun volumenya sudah menurun, akan tetapi sampah masih menjadi permasalahan utama,dimana penumpukan sampah masih ada,makanya kita rapatkan ini,salah satunya supaya sebulan sekali kita meng- update kegiatan Citarum ini sampai dimana dari tial sektornya.
Untul.itu Emil berharap dan meminta agar 23 Komandan Sektor (Dansektor) Citarum fokus soal penanganan sampah di daerah aliran Sungai Citarum," tegasnya.
Masih menurut Emil," bantuan anggaran dari Bank Dunia sebesar Rp1,4 triliun baru akan diterima pada Januari 2020, namun penanganan sungai terpanjang di Jawa Barat ini tidak akan pernah berhenti.
"Dana dari Bank Dunia itu kan baru cair Januari 2020, sambil kita lakukan perencanaan dan penanganan Citarum masih terus berlanjut. Kemarin kan TNI-Polri fokus dulu di Pilpres," tutur Emil.
Kepada para Dansektor, Emil selaku Komandan Satgas Citarum mengingatkan bahwa pada musim kemarau revitalisasi akan fokus mengeruk sungai untuk mengurangi banjir di musim hujan.
"Mumpung musim kemarau kita akan genjot pengerukan di sejumlah sektor untuk mengurangi banjir saat hujan," katanya.
Selain itu, rampungnya Terowongan Nanjung juga diyakininya akan mengurangi sumbatan air penyebab banjir. Progres pembangunan terowongan sepanjang 230 meter saat ini sudah mencapai 80 persen dan ditarget rampung November 2019.
"Saya laporkan juga Terowongan Nanjung sudah 80 persen kalau tidak ada halangan November 2019 selesai. Sehingga di bulan itu digunakan untuk mengurangi lambatnya aliran air yang menyebabkan banjir," kata Emil.
Ia menambahkan, pembangunan danau retensi seluas enam hektare di Kecamatan Andir juga akan dipercepat, dimana saat ini administrasi untuk pembebasan lahan hampir tuntas.
"Kalau administrasinya selesai maka pembebasan lahan untuk danau retensi seluas enam hektare di Andir akan kami eksekusi segera," kata Emil.
( Arbim)

No comments