Hima Persis Pekanbaru : Riau Defisit Anggaran, Anggota DPRD Malah Pelesiran Ke LN Habiskan 16 Miliar Pertahun
![]() |
| Hamzah ketua Pimpinan Daerah Hima Persis Pekanbaru |
Mediatiga.id, Pekan Baru - Pimpinan Daerah Hima Persis Pekan Baru, tekankan Gubernur Riau cabut rekomendasi kunjungan kerja DPRD Provinsi Riau ke luar negri yang telah disampaikan kepada Mendagri dengan anggaran 16 miliar pertahun dari uang rakyat, Senin, 8 Juli 2019
Hamzah selaku ketua Pimpinan Daerah Hima Persis Pekanbaru menjelaskan, bahwa kunjungan kerja DPRD Provinsi Riau ke luar negeri sekitar 65 orang, merupakan perbuatan yang sia-sia. Dirinya menilai kurangnya pertimbangan untuk kemaslahatan rakyat, dan merupakan bentuk kurang cermat dalam menggunakan anggaran.
"Saya sangat menyayangkan apabila seandainya keputusan ini disetujui oleh Mendagri, dengan anggaran 16 miliar ditahun 2019, sedangkan bila melihat periode kebelakang 2015-2019 anggaran pelesiran ke luar negri anggota DPRD mencapai angka 49,1 miliar, dan periode ini selama 5 tahun bila Mendagri menyetujui maka akan menghabiskan anggaran sebesar 65 miliar," kata Hamzah
Dirinya juga menambahkan anggaran 65,1 milar ini setara dengan membangun 651 unit ruang sekolah, beasiswa untuk 18.606 mahasiswa, pambangunan 1184 Rumah Layak Huni (RLH), dan biaya juga biaya premi untuk 43.413 jiwa BPJS PBI setiap tahun.
"Sebaiknya DPRD lebih mengutamakan kebutuhan masyarakat Riau dibanding kunjungan kerja tersebut, kita masih punya guru-guru honorer, guru MDA, guru TPA, yang masih kurang dukungan secara materil, masih banyak pelajar/mahasiswa yang tidak bisa melanjutkan studi nya karena tidak mampu, dan setumpuk persoalan lainnya," jelas Hamzah
Hamzah berharap, agar Mendagri menolak rencana kunjungan tersebut, dan Gubernur Riau untuk meninjau ulang terkait rekomendasi tersebut yang dinilai sangat tidak terlalu bermanfaat apalagi melihat kondisi Riau yang sedang mengalami defisit anggaran
"Saya berharap, agar Gubernur Riau meninjau ulang serta mencabut rencana Kunjungan Kerja yang menghamburkan anggaran cukup besar, toh masyarakat pun tidak pernah merasakan efek dan manfaat dari kunjungan kerja tersebut, masih banyak PR yang lebih subtansial yang harus dikerjakan anggota DPRD dari pada pelisiran ke luar negri, yang menghabiskan anggran cukup besar dari uang rakyat," tandas Hamzah.
(Nizzar)

No comments