OJEK PANGKALAN TERMINAL TIRTONADI SOLO 'MENJELMA' JADI GRAB
Solo, Media3.id- Puluhan ojek pangkalan (opang, red) di kawasan Terminal Bus Tipe A Tirtonadi Solo menjelma menjadi Grab Bike (ojek Grab).
Momentum bersejarah ini ditandai dengan pertemuan antara kelompok transportasi konvensional (motor dan mobil pangkalan) dan Grab yang difasilitasi pengelola terminal di Ruang Media Center Terminal Tirtonadi, Gilingan, Banjarsari, Solo, Rabu (4/7) kemarin.
Koordinator Pengelola Terminal Bus Tirtonadi, Joko Sutriyanto menuturkan bahwa upaya ini merupakan bagian dari penyediaan fasilitas kepada penumpang yang hendak memerlukan transportasi lanjutan untuk menuju ke alamat tujuan. Sebab selama ini, penumpang yang hendak menggunakan transportasi online diharuskan berjalan cukup jauh di zona khusus pick up driver online.
”Pada prinsipnya saya ingin memberikan fasilitas kepada penumpang yang melanjutkan pilihan transportasi, yang berdasarkan beberapa kali saya mengamati penumpang yang hendak naik angkutan online selalu harus berjalan keluar jauh dari terminal. Kemudian saya pikir perli diberikan fasilitas aplikasi itu di dalam terminal, orientasinya biar mudah pelayanan tidak harus sistem zona. Dengan begitu penumpang dimudahkan, maka dari itu kita fasilitasi yang konvensional bergabung dengan online, dan senyatanya banyak yang antusias,” terang Joko Sutriyanto.
![]() |
| Booth layanan pendaftaran pramudi Grab. |
Sementara itu, Perwakilan Ojek Pangkalan Terminal, Supriyadi menyambut baik tawaran pihak terminal dan Grab yang mewadahi kebutuhan para ojek konvensional yang biasa mangkal di terminal dengan bergabung bersama aplikasi Grab dan beroperasi secara online. Ia menyadari bahwa tuntutan pekembangan jaman harus diadaptasi, apalagi ada kebijaksanaan khusus bagi ojek pangkalan dan proses pendaftaran dipermudah.
”Saya merasa terima kasih dapat bergabung masuk aplikasi tawaran dari Grab dan kebijaksanaan pak Joko sebagai pimpinan terminal. Banyak teman-teman yang mau daftar. Sebelumnya kami tahunya terkendala seperti usia, batas tahun kendaraan, dan proses pendaftaran yang rumit. Tapi ini ternyata dipermudah oleh Grab", ucap Supriyadi.
Lebih lanjut ia katakan, memang transportasi konvensional harus menyesuaikan perkembangan jaman, dan aplikasi online sudah menjadi cara penumpang sekarang untuk memesan layanan angkutan guna meneruskan perjalanannya ke alamat tujuan.
Sementara itu, City Lead Grab Solo Raya, Aditya Kundala mengemukakan bahwa sebelum adanya kesepakatan ini, pihaknya telah melakukan beberapa kali pertemuan dengan opang, taksi dan mobil carter. Melalui komunikasi pemahaman secara detail ini akhirnya banyak yang mau bergabung dengan Grab.
”Antuasiasmenya bagus, mereka akhirnya setuju untuk bergabung, disepakati juga mereka akan mengikuti apa yang sudah disepakati oleh pihak terminal dan grab. Tahap pertama pendaftaran roda 4 sejumlah 25 mobil dan roda 2 ada 40 ojek. Karena ini proyek khusus, maka kami bantu untuk sistem antrean secara teknis dibicarakan akan ada person incharge yang bertanggung jawab mengatur suplai agar tidak kosong. Hal ini sudah disepakati dan ke depan akan dievaluasi secara bulanan, dan apa yang harus diperbaiki atau ditambahkan,” papar Adit. ▪
(Shaleh Rudianto)


No comments