ads

ads header

Breaking News

Masalah Penuh Kamar Pasien Ngeluh Pihak Rumah Sakit Ada SOPnya

Wakil Direktur Administrasi Umum dan Keuangan Rumah Sakit Cibabat Kota Cimahi Richard Nicholas. (Foto: Bagja/media3.id)

Cimahi, Media3.id - Dengan banyaknya masyarakat yang mengeluhkan masalah penuh kamar di Rumah Sakit Cibabat, sering menjadi uring-uringan pasien yang rawat inap harus menempati ruangan Instalansi Gawat Darurat (IGD).

Hal yang dituturkan seorang pasien benama Maryati (36) warga Kabupaten Bandung Barat yang datang ke Rumah Sakit Cibabat mengeluhkan tidak dapat rawat inap dirumah sakit Cibabat.

"Padahal keluarga kami lihat masih ada ruangan kosong disana, tapi kenapa pihak rumah sakit mengatakan ruangan penuh, ini yang kami sesalkan, " ucap Maryati.

Hal tersebut saat dikonfirmasikan kepada Wakil Direktur Administrasi Umum dan Keuangan Rumah Sakit Cibabat Kota Cimahi Richard Nicholas, Rabu (3/7) diruangan kerjanya, membenarkan banyaknya keluhan pasien masalah kamar penuh,

"Padahal itu benar-benar penuh, bila mereka melihat ada kamar yang kosong, itu bukan kosong, tapi pasiennya sedang melakukan rontgen ditempat rontgen, (keluar kamar/ruqngan) tegas Richard.

Disisi lain, menurut Richard, pihak rumah sakit bukan tidak mau memberikan ruangan kosong kepada pasien,

"Karena rumah sakit rentan banyaknya penyakit yang menular, pihak kami mematuhi secara Standar Operasional Prosedur (SOP) maka bila ada pasien yang ingin rawat inap, kita lihat dulu kamar yang kosongnya merupakan ruangan khusus penyakit rawan menular atau tidak, masa saya masukan pasien yang hanya patah tulang disatukan dengan pasien yang berpenyakit menular? Nanti sembuh tulangnya, malah menambah penyakit lainnya," Paparnya.

Bahkan menurut Richard kembali, pihaknya juga banyak menyesalkan bila ada pasien yang rawat inap, sering ada yang nunggunya tidur dilantai, hal ini sebenarnya rentan pula kena penyakit beri-beri

"Jadi kami bukan melarang pasiennya untuk ditunggui, karena ruangan rumah sakit sangat  rentan dengan bakteri-bakteri penyakit yang menular, akibatnya nanti yang sehat jadi sakit, " katanya.

(Bagdja)

No comments